Sosiologi Hukum

Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya secara empiris analitis. Hukum berfungsi sebagai Social Engineering yaitu dimana hukum sebagai sarana pembaharuan dalam masyarakat, hukum dapat berperan dalam mengubah pola pemikiran masyarakat dari pola pemikiran yang tradisional ke dalam pola pemikiran yang rasional/modern.

Ciri-ciri hukum modern :

  1. Terdiri dari peraturan yang isi dan pelaksanaannya seragam.
  2. Sistem hukum yang transaksional dimana hak dan kewajiban dalam perjanjian tidak memandang usia, kelas, agama dan jenis kelamin.
  3. Bersifat universal dan dilaksanakan secara umum
  4. Adanya hirarkis yang tegas.
  5. Melaksanakan hukum sesuai dengan prosedur.
  6. Dilaksanakan oleh orang yang berpengalaman.
  7. Spesialisasi dan diadakan penghubung diantara bagian bagian.
  8. Hukum mudah berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat.
  9. Penegak hukum dan lembaga pelaksana hukum adalah lembaga kenegaraan, artinya negara memonopoli kekuasaan.
  10. Perbedaan yang tegas diantara 3 lembaga negara (eksekutif – legislative – yudicatif)

Faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum adalah sbb:

  •  Compliance, yaitu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghidarkan diri dari hukuman yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Adanya pengawasan yang ketat terhadap kaidah hukum tersebut.
  • Identification, terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah hukum ada bukan karena nilai intrinsiknya, akan tetapi agar ke anggotaan kelompok tetap terjaga serta ada hubungan baik dengn mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah kaidah hukum tersebut
  • Internalization, seseroang mematuhi kaidah kaidah hukum dikarenakan secara intrinsic kepatuhan tadi mempunyai imbalan. Isinya sesuai dengan nilai nilainya dari pribadi yang bersangkutan.
  • Kepentingan-kepentingan para warga yang terjamin oleh wadah hukum yang ada.

Kesadaran hukum berkaitan dengan kepatuhan hukum, hal yang membedakannya yaitu dalam kepatuhan hukum ada rasa takut akan sanksi.

Adapun indikator kesadaran hukum adalah :

  • pengetahuan hukum
  • pemahaman hukum
  • sikap hukum
  • pola perilaku hukum

Faktor penghambat perkembangan sosiologi hokum :

  • Tidak samanya bahasa kerangka pemikiran yang digunakan antara ahli sosiologi dengan ahli hokum.
  • Sulitnya bagi para sosiologi hukum untuk menempatkan dirinya dialam yang normative.
  • Pada umumnya para sosiolog dengan begitu saja menerima pendapat bahwa hukum merupakan himpunan peraturan-peraturan yang statis.
  • Kadangkala seorang sosiolog merasakan adanya kesulitan-kesulitan untuk menguasai keseluruhan data tentang hukum yang demikian banyaknya yang pernah dihasilkan oleh beberapa generasi ahli-ahli hokum.
  • Para ahli hukum lebih memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian konkret sedangkan para sosiolog menganggap kejadian konkret tersebut sebagai refleksi dari gejala-gajala atau kecenderungan-kecenderungan umum.

Manfaat mempelajari Sosilogi Hukum adalah untuk mengetahui hal-hal sbb:

  • Sosiologi dan falsafah hukum (perencana dan penegak hukum).
  • Unsur kebudayaan yang mempengaruhi hokum
  • Golongan masyarakat yang mempengaruhi hokum
  • Golongan mana yang diuntungkan dan golongan mana yang dirugikan
  • Mengtahui kesadaran hukum dan dapat diukur frekuensinya
  • Mengetahui mentalitas dan perilaku penegak hokum
  • Mengetahui hukum yang dapat mengubah perilaku
  • Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap berfungsinya hukum

Kemudian bagaiamana  kegunaan Sosiologi Hukum Praktis bagi Praktisi Hukum:

  • Kegunaan dalam menggunakan konkritisasi terhadap kaidah-kaidah hukum tertulis (referensial) yakni kaidah hukum, pedoman hukum yang menunjuk pada pengetahuan di luar ilmu hukum., Misal Pasal 1338 BW (Perencanaan dilakukan dengan itikad baik) dan Pasal 1536 BW (Onrecht matige daad atau perbuatan mmelawan hukum).
  • Dapat mengadakan konkritisasi terhadap pengertian-pengertian hukum yang tidak jelas atau kurang jelas.
  • Dapat membentuk dan merumuskan kaidah hukum yang mempunyai dasar sosial
  • Mampu merumuskan RUU dengan bahasa hukum yang mudah dicerna.

Berikut ini adalah metoda untuk meneliti hukum :

  • Idiologis (melihat hukum sebagai nilai-nilai), filosofis, yuridis
  • Melihat hukum sebagai sistem atau pengaturan yang abstrak lepas dari hal-hal di luar peraturan-peraturan tersebut (dogmatis)
  • Sosiologis (melihat hukum sebagai alat untuk mengatur masyarakat/efektivitas hukum)

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat dan ditunggu saran dan koreksinya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s