BLUE HOLE #Related to Mayan Tribe History

Blue Hole

Blue Hole, disebutkan sebagai salah satu dari “10 tempat paling menakjubkan di bumi”, adalah sebuah gua bawah air yang terletak di negara Belize. Belize adalah sebuah negara kecil di pesisir timur Amerika Tengah, berbatasan dengan Meksiko di sebelah barat laut dan Guatemala di barat dan selatan. Honduras terletak 75 km ke arah tenggara. Dalam bahasa Spanyol, Belize seringkali disebut Belice . Dahulu disebut Honduras Britania hingga tahun 1973. Belize adalah bekas jajahan Britania Raya selama lebih dari satu abad. Nama “Belize” sendiri diambil dari nama Sungai Belize.

Belize
Map of Belize

 

Bagi orang pada umumnya, khusunya para wisatawan dan para diver (penyelam), Blue Hole hanya sekedar salah satu keajaiban . Namun lebih jauh, bagi para ilmuwan, Blue Hole merupakan real evidence (bukti nyata) atas terjadinya kekeringan yang diduga telah menyebabkan runtuhnya peradaban suku Maya.

Andre Droxler, seorang ilmuan Rice University Earth mengatakan bahwa penelitian baru memperkuat teori tersebut. Tim peneliti melakukan pengeboran ke dalam bumi pada lubang runtuhan (sinkhole) Blue Hole dan pada danau di sekitarnya. Mereka menemukan bahwa rasio titanium aluminium berubah pada abad ke-9 dan ke-10 dimana periode ketika peradaban Maya di Semenanjung Yucatan mengalami penurunan. Kadar titanium yang lebih besar mengandung arti bahwa terdapat curah hujan yang lebih lebat yang mempengaruhi daerah tersebut. Peningkatan kadar titanium tersebut terjadi karena limpasan dari daerah batuan vulkanik kaya elemen. Sedangkan dalam kurun waktu tahun 800 sampai 1000, rasio antara dua elemen tersebut jauh lebih kecil yang menunjukkan bahwa curah hujan yang ada jauh lebih sedikit.

“Bila Anda mengalami kekeringan besar, maka Anda akan mulai mendapatkan kelaparan dan kekacauan,” kata Droxler.

Bendera Belize

 

Peradaban Maya terkenal karena kemajuan dalam astronomi dan pertanian yang didominasi di wilayah Yucatan pada paruh pertama milenium pertama Masehi. Namun pada tahun 900 sebagian besar kota-kota peradaban yang saat ini terletak di Guatemala, El Salvador, Honduras dan Meksiko selatan, telah ditinggalkan. Hal ini telah menarik bagi para ilmuwan dan sejarawan selama beberapa dekade.

Teori kekeringan bukanlah hal yang baru, tetapi temuan Droxler dan rekan-rekannya merupakan pendukung dari penelitian-penelitian yang lain. Pada tahun 2012, sampel dari stalagmit berusia 2.000 tahun juga menunjukkan bahwa kekeringan telah mendera wilayah tersebut di paruh kedua milenium pertama Masehi.

Sumber : CNN, Wikipedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s